Pesejuk di Bulan Suci Ramadhan

Perkasanusantara.com – Pesejuk di Bulan Suci Ramadhan, ada seorang ahli hikmat mengatakan:

“Jikalau kamu ingin bergaul secara baik dan sopan maka ikutilah petunjuk-petunjuk ini”:

1. Hadapilah kawanmu atau musuhmu itu dengan wajah yang menunjukkan kegembiraan dan kerelaan serta penuh kesopanan dan ketenangan jangan sekali-kali menampakkan sikap angkuh, sombong dan merasa tinggi diri. Rendahkanlah dirimu tapi bukan karena perasaan kurang harga diri. Dalam segala hal letakkanlah menurut ukuran dan pertengahan, sebab sesuatu yang kelebihan dari segala macam perkara itu pasti tidak baik dan tercela.

2. Jangan gemar melihat di kedua sampingmu, kanan atau kiri. Jangan pula memperbanyak menoleh ke mana-mana. Jangan pula terlampau tajam memandang orang lain. Jikalau engkau duduk maka janganlah seolah-olah sebagaimana orang yang tidak tenang duduknya dan seperti orang yang hendak melompat-lompat saja.

3. Jangan sekali-kali jari-jari tanganmu itu engkau rapatkan di sela-sela jari-jari tangan yang lain, Jangan pula suka bermain-main dengan kumis dan janggut ataupun cincin. Amat buruk sekali jika engkau mengungkit-ungkit sela-sela gigimu, memasukkan jari jari tangan ke dalam lubang hidung, memperbanyak berludah atau beringus dan juga memperbanyak mengeliatkan badan serta menguap. Semua ini termasuk kurang sopan, baik di muka orang, dalam bersembahyang ataupun lain-lainnya.

4. Usahakanlah supaya dudukmu itu senantiasa tampak tenang, kata-katamu selalu teratur dan tertib. Dengarkanlah hati-hati percakapan yang orang ada di mukamu, tanpa menunjukkan keheranan yang amat sangat. Jangan pula engkau biasa meminta orang lain mengulangi pembicaraannya. Jikalau ada hal-hal yang menertawakan maka diamlah sedapat mungkin.

5. Jangan sekali-kali dalam bercakap-cakap itu engkau membangga-banggakan dirimu sendiri, anak-anakmu, rambutmu, karangan-karanganmu atau apa saja yang engkau anggap merupakan suatu keistimewaan dalam dirimu atau keluargamu.

6. Janganlah engkau berbuat pura-pura sebagaimana yang lazim dilakukan oleh kaum wanita di waktu berhias. Janganlah engkau selalu menyerah dan bersikap masa bodoh sebagaimana halnya seorang hamba sahaya. Jangan terlampau ngotot dalam meminta sesuatu yang engkau perlukan. Jangan mendorong orang lain untuk berbuat penganiayaan.

7. Jangan sampai engkau memberitahukan berapa jumlah uang atau harta simpananmu, baik kepada anak-anakmu atau keluargamu yang lain-lain. Apalagi kepada orang lain yang bukan keluargamu. Sebab sekiranya orang lain mengetahui bahwa hartamu dianggap masih sedikit tentu engkau dianggapnya hina karena pemberitahuanmu yang ceroboh tadi. Sebaliknya jikalau hartamu dianggap banyak, tentu di antara mereka ada yang kurang senang atau tidak rela dengan kenikmatan yang engkau miliki.

8. Jikalau pada suatu ketika engkau perlu untuk menakut-nakuti, lakukanlah itu tanpa adanya pengancaman apapun. Hindarkanlah sikap berkeras hati, bersitegang urat leher dan mutlak-mutlakan, sebab semua itu baiknya tidak akan lebih banyak dari bahayanya. Sebaliknya jikalau pada ketika yang lain engkau perlu bersikap lemah atau tidak tahan menghadapinya. Singkatnya, janganlah merasa tinggi diri atau lemah diri.

9. Jikalau engkau berdebat pegang teguhlah kesopanan. Jagalah jangan engkau dianggap manusia yang bodoh dan tolol oleh orang lain, terutama lawanmu. Jauhkanlah sikap tergesa-gesa, pikirkanlah masak-masak hujah atau bantahanmu. Jangan sekali-kali berisyarat dengan menggunakan tangan dan jangan pula suka menoleh ke belakang. Jikalau kau sedang marah, diamlah dulu dan setelah reda marah-mu lalu ucapkanlah isi hatimu dengan baik.

10. Jangan engkau menjadikan harta itu dianggap lebih mulia daripada kehormatan dirimu.

11. Jikalau engkau memasuki suatu persidangan pertemuan atau majelis apapun maka secara adabnya hendaklah engkau memulai mengucapkan salam dulu kepada orang-orang yang sudah hadir di situ. Jangan sekali-kali melangkahi leher orang orang yang sudah datang lebih dulu. Duduklah di mana yang masih tampak ada kekosongan atau di tempat yang sudah disediakan untukmu. Usahakanlah supaya engkau tampak terus-menerus merendahkan diri. Jabatlah tangan orang yang duduk di dekatmu setelah mengucapkan salam lebih dulu.

12. Jangan suka bersenda gurau dengan orang-orang yang cendekiawan dan jangan pula dengan orang yang kurang akal. Orang yang cendekiawan itu akan merasa tidak enak hatinya terhadap dirimu, sebab engkau akan dianggap kurang kesopanannya, sedang orang yang kurang akal itu akan menjadi berani dan berbuat melampaui batas terhadap dirimu.

13. Apabila pada suatu ketika engkau banyak bersenda-gurau dalam suatu majlis karena terlupa atau lain-lain, maka baiklah engkau ingat dan berdzikir kepada Allah diwaktu telah berdiri hendak meninggalkan majlis itu.

Ini adalah bersandarkan sabda Rasulullah SAW:

“Barang siapa yang duduk dalam suatu majelis lalu banyak senda-guraunya, kemudian sebelum ia berdiri dari majelisnya itu lebih dulu mengucapkan: Subhaanakal laahumma wa bihamdika, asyhadu Allah ilaaha Illa anta, astaghfirullah wa atuubu ilaik (Maha Suci Engkau Ya Allah dan dengan mengucapkan puji-pujian pada Mu. Saya menyaksikan bahwa tiada Tuhan melainkan Engkau. Saya mohon pengampunan padaMu serta bertaubat), melainkan ia pasti akan diampuni oleh Allah, kesalahan-kesalahan yang dilakukan selama dalam majlis tadi.”

Diriwayatkan oleh Tirmidzi.

Sumber: Ihya Ulumuddin Imam Alghazali “Bimbingan Untuk Mencapai Tingkat Mu’min”

Editor: Eddy Yusuf

You May Also Like

More From Author

+ There are no comments

Add yours