Apresiasi Puisi :
karya DR. Tengsoe Tjahjono
HATI BAGI TOM LEMBONG
Tom bukan maling!
tapi dilempar ke gua
sementara perampok berdasi
ngopi di balkon istana
Palu diketok oleh tangan
yang tak pernah mencuci darah
Tom bukan koruptor!
dia cuma baut
diputar oleh mesin babi
yang tahu cara mencium tangan sambil menyembunyikan belati
Dia jalankan perintah
bukan kantongi upeti
bukan atur tender
bukan sabun bersih yang dicelupkan ke limbah
dia hanya roda—
tapi banjir lumpur justru menghukumnya
Pasal-pasal
ditulis dengan ludah cukong
hukum jadi topeng
keadilan tinggal parfum
Lihat!
si pencuri anggaran
si pemotong jatah
si penggulung proyek
masih selfie
masih pesta
masih khutbah soal integritas
Tom dibui
karena tak pandai menjilat
karena tak belajar silat lidah
Sistem ini busuk
menyanjung perut besar
menyembelih tulus tanpa upeti
Tom,
kau dilempar ke kandang
karena tak tahu cara membeli kebal
Hukum?
dipoles bagai brosur
diputar di panggung boneka
dipukul ke wajah yang salah
karena wajah benar
sudah dijual ke pasar
Kami marah!
bukan karena kau dihukum
tapi karena para begundal itu justru
bebas!
dan disanjung di podium!
Malang, 2025
………..

PEREMPUAN DENGAN SENYUM EDELWEIS
Eddy R Yusuf
kemudian ia bercerita begitu panjang
atas waktu yang dilalui
bahwa jejak di sepanjang pendakian Ciremai
jiwanya membuncah merekah
matanya mewangi hingga menyentuh sekumpulan awan
pada setiap lembar ada bab baru
tak akan terlewati cerita seru
pasti ia paparkan pada wajah buku
kemudian tersusun semuanya dengan keindahan tak terbantah
adalah semua keagungan Allah
yang sangat sempurna terekam jiwa yang tiada kenal lelah
bukan sekadar kisah di ketinggian
begitu banyak hikmah ketika pipinya basah
pada setiap bab itu tiada satu diksi tertinggal
mengikutinya sebagaimana detak nadi senyumnya
pasti ia sajikan dengan rindu pada bunga keabadian
Tangerang, 22 Juli 2025
Pendaki Gunung sejati Rintanalinie Girinata Primanique





+ There are no comments
Add yours