BETAPA BERAT MELEWATI WAKTU
Eddy R Yusuf
begitu berat melewati waktu
di tengah bencana dahsyat ini
begitulah yang aku bayangkan ketika menyaksikan
perempuan tua renta menangis
di antara reruntuhan bangunan rumahnya
sementara di sebelahnya
anak dan cucunya telah diam
kaku membeku
begitu berat melewati waktu
ketika tak miliki apa pun lagi
bahkan alas tidur
bahkan selimut tidur
semua telah hanyut dibawa lumpur
sehingga saat malam merambat
perasaan renta semakin tersayat-sayat
tiada lagi yang tersisa ya Tuhan
segala yang dapat aku lihat
kini ditimbun lumpur tanah liat
mereka anak-anakku ya Tuhan
betapa berat melewati waktu
ketika pagi hari di depan mataku lautan kayu-kayu
yang akar-akarnya sengaja dicerabut dengan tembakan air
sehingga ketika hujan lebat turun
seluruh kayu menggelinding menghantam meremukkan apa saja
termasuk rumahku ini Tuhan
aku masih Engkau lindungi
tetapi semua yang aku sayangi telah mati
betapa berat melewati waktu
sementara tiada yang aku miliki lagi
aku masih bersembunyi dari ketakutanku sendiri
aku terjepit oleh rasa laparku sendiri
ke mana penguasa yang tak punya hati
ke mana penguasa yang lidahnya setajam belati
aku masih Engkau lindungi
aku bertahan sebab terus aku teguk air keruh di kaki
dan, aku masih melihat awan hitam
yang akan pecah menimpa kepalaku
betapa berat melewati waktu
di tengah bencana dahsyat hidup seorang diri
aku … aku … ingin Engkau menyudahi
aku … aku … sungguh tidak kuat lagi Tuhan
ampuni ampuni ampuni aku Ya Allah
astaghfirullah astaghfirullah
astaghfirullah…….
Tangerang, 17 Desember 2025
Sumber foto : FB Arliz





+ There are no comments
Add yours