Engkau bukan seusia balita
Melainkan sudah matang di rahim waktu
Maka aku tidak percaya usiamu baru satu digit
Sebab aku menandaimu sebagai guruku
Menghiasi waktu dengan rerimbun aksara
Dengan diksi-diksi terpilih
Tetapi engkau terus memaksa aku untuk mempercayaimu
Bahwa benar masih berusia sepanjang fajar
Sambil menata suara aku tidak berhenti belajar
Betapa aku belum sepenuhnya memahami
Akan isyarat simbol-simbol perjuangan
Maka, aku bertanya berapa panjang langkah
Berapa lebar bundar penahan musim ekstrim
Di bawah payung itu aku berteduh
Dari terik panas dan serbuan angin puyuh
Dari tekanan godaan dan kegaduhan serta keterbatasan
Dan, aku dapat mengambil inti pesan
Dalam begitu banyak yang belum aku endapkan
Maka, aku masih akan terus berguru
Tidak peduli hempasan ombak dan jalanan terjal setiap ruas langkahku
Selagi waktu dan kesempatan memberi aku ruang
Aku tiada akan berhenti mencari
Apalah aku ini di tengah luasnya samudera ilmu yang engkau hamparkan
Itu pula yang membuat aku tergagap
Membaca usiamu
Memaknai ketulusanmu
Alfatihah sebait doa untuk keberadaanmu
Tangerang, 22 April 2025
#SELAMAT_MENSYUKURI_HARI_KELAHIRAN_YANG_KE_EMPAT
#PORTAL_BERITA_PERKASANUSANTRA.COM





+ There are no comments
Add yours